Gus Dur : Islam, Politik, dan Kebangsaan

Kategori: Sosial Budaya | 324 Kali Dilihat
Gus Dur : Islam, Politik, dan Kebangsaan Reviewed by isre on . This Is Article About Gus Dur : Islam, Politik, dan Kebangsaan

No. ISBN : 978-979-25-5320-8 Penulis : Mahfud MD Penerbit : LKiS Tanggal Terbit : 2010 Jumlah Halaman : 282 Berat Buku : 0.40 kg Kategori : Sosial Budaya Sinopsis : ““MUNGKIN Sampeyan akan mengatakan saya terlalu romantis, tapi sungguh saya merindukan keakraban seperti dulu… Kini saya bahkan seperti tak mengenali… Selengkapnya »

Rating: 4.5
Harga: Rp 98.000 Rp 88.200
Order via WA atau SMS

+6281219525699

Format SMS : ORDER # JUDUL BUKU # JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : 05
Stok Tersedia
0.40 Kg
22-02-2019
Detail Produk "Gus Dur : Islam, Politik, dan Kebangsaan"

No. ISBN : 978-979-25-5320-8
Penulis : Mahfud MD
Penerbit : LKiS
Tanggal Terbit : 2010
Jumlah Halaman : 282
Berat Buku : 0.40 kg
Kategori : Sosial Budaya

Sinopsis :
““MUNGKIN Sampeyan akan mengatakan saya terlalu romantis, tapi sungguh saya merindukan keakraban seperti dulu… Kini saya bahkan seperti tak mengenali Sampeyan lagi: Mas Dur yang demokrat sejati, Mas Dur yang berpikiran jauh ke depan, Mas Dur yang tak peduli terhadap jabatan, Mas Dur yang mencintai sesama, Mas Dur yang begitu perhatian terhadap umat, Mas Dur yang terbuka, Mas Dur yang penuh pengertian…” (KH. A. Mustofa Bisri, alias Gus Mus)

“Kedekatan Gus Dur dengan Pak Mahfud dipertemukan oleh kesamaan, minimal dalam dua hal. Pertama, keduanya sama-sama nekat dan tidak takut mengungkap ketidakadilan dan menabrak ketidakberesan. Kedua, Gus Dur dan Pak Mahfud sangat kompak dalam pandangan mengenai paham kebangsaan serta hubungan antar negara dan agama menurut NU. Gus Dur memahami cara berpikir Pak Mahfud dan Pak Mahfud selalu mau belajar dari Gus Dur.” (Yenny Wahid)

“Di mata Gus Dur, Pak Mahfud adalah satu di antara sedikit intelektual NU yang sangat dibanggakannya. Selain karena memiliki integritas, Gus Dur sangat hormat karena Pak Mahfud memiliki wawasan Islam yang terbuka dan konsisten terhadap cita-cita kebangsaan. ‘Dialah Kang’, kata Gus Dur suatu hari kepada saya, ‘Mahfud ini akan jadi seorang negarawan yang dibutuhkan bangsa ini.’ Insya Allah.” (Dr. Moeslim Abdurrahman)

Terus terang saya bangga pernah menjadi salah seorang teman atau santri Gus Dur, karena oleh publik saya dianggap “dekat” dengan orang sebesar Gus Dur itu. Gengsi saya terasa naik oleh anggapan itu.” (Mahfud MD)”

Tags: ,

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter

 
Chat via Whatsapp